Rabu, 06 Juni 2012

Ketika kau melupakan aku



Waktu engkau masih kanak-kanak, Kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudhu aku kau sentuh dalam keadan suci.Aku kau pegang, kau junjung dank au pelajari aku engkau baca dengan suara lirih ataupun suara keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.

 Sekarang engkau telah dewasa…..

Tampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku, “Apakah aku bacaan using yang tinggal sejarah?” menurutmu barang kali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu, atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja.

 Sekarang aku engkau simpan rapi sekali, hingga kadang engkau lupa dimana menyimpanya…. Aku sudah kau anggap sebagai  hiasan kamarmu, atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan setan.

Kini………….

Aku lebih banyak twrsingkir , dibiarkan dalam kesendirian dan kesepian. Diatas lemari, didalam laci aku engkau pendamkan. Padahal aku bisa menentramkan suasana hatimu yang sering kumat, aku bisa mengobati jiwamu yang gersang, aku bisa meringankan beban deritamu jikia engkau menyentuhku.

 Dulu……….

Pagi-pagi sekali surah-surah yang ada padaku, engkau baca beberapa halaman, sore harinya aku kau baca dengan suara lantang nan indah.

Sekarang…..

Pagi-pagi kau masih terbuai dengan mimppi indahmu, diriku dan diri-Nya kau lupakan. Waktu segang engkau sempatkan membaca buku karangan manusia, sedang aku ytang berisi ayat-ayat yang dating dari Allah yang maha perkasa, engkau campakan, engkau abaikan dan engau lupakan.

Waktu berangkat kemana-mana kadang kau lupa membaca pembukaan surahku ( Basmala) Bismillahirrahmaanirrahiim “ Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.

Diperjalanan kau lebih asyik menikmati music duniawi, tak ada ayat Allah didalam handphonemu, sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju kestasiun pavoritmu ataupun ke mp3 musikmu, aku tau kalau itu radio atau mp3 yang senantiasa melantunkan ayatku.

Disemua barang-barangmu tak kau selipkan diriku secuilpun. Jarang atau tak pernah sama sekali engau putar lantunan ayat-ayatku, Email temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.

Benarkah dugaanku? Bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku.

Bila malam tiba engau betah nongkrong berjam-jam didepan tv/komputermu, menonton music ataupun film. Duduk lama depan computer hanya sekedar membaca berita murahan dan melihat gambar sampah.

Waktupun cepat berlalu……

Akupun menjadi semakin kusam, dalam tempat simpananmu, mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu. Seingatku hanya awal ramadhan engkau membacakukembali, itupun hanya beberapa lembar dariku dengan suara dan lafaz yang tak semerdu dulu, engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancer lagi membacaku, kini……. Aku seolah-olah tak berarti bagimu..

 Apakah buku bacaanmu, tv music, computer dapat member pertolongan???????

Bila engkau dikubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba, engau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanya, hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau selamat.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu,,,,

Setiap saat berlalu  berkuranglah jatah umurmu dan ahirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu, engkau bisa kembali kepada tuhanmu sewaktu-waktu apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati, dikuburmu nanti aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan, yang akan membantu engkau membela diri, bukan novel yang sering kau baca yang akan membantuimu dari perjalanandialam akhirat, tapi akulah “ Al-Qur’an” kitab sucimu yang senantiasa setia menemanimu dan melindungimu.

 Peganglah aku lagi, bacalah aku setiap hari, karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci yang berasal  dari Allah, tuhan yang maha mengetahui yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad rasulullah..

Keluarkanlah segera aku dalam lemarimu…

Keluarkanlah segera aku dalam tempat simpananmu, jangan lupa selipkan aku diantara mp3 hp mu, letakan aku selalu dimeja belajarmu, agar engkau senantiasa mengingat tuhanmu,

 Sentulah aku kembali

Baca dan palajari lagi aku

Setiap datangnya pagi dan sore seperti dahulu

Dulu sekali

Waktu engkau masih kecil lugu dan polos

Jangan aku kau biarkan sendiri dalam bisu dan sepi

     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar